Gadih Kini

Bagaimana dengan kita-kita dahulunya kawan?
Semasa bersekolah dahulu.. ^_*

Catatan St.Nagari

The Cute Girl
Padusi Karancak-rancak an [Sunday, April 10, 2016]
_________________________
Pada suatu pagi menjelang tengah hari di hari Ahad tatkala kami tengah berada di Museum Rumah Adat Baanjuang dalam kawasan Kebun Binatang Kinantan di Bukit Tinggi. Kami mendapati tiga orang gadis nan jelita sedang menggenakan pakaian khas Minangkabau. Hal ini karena memang pakaian tersebut disewakan di museum ini.

Namun ada nan janggal, dua diantaranya memakai suntiang (sebelum suntiang dipasang mereka mesti dipakikan jilbab bewarna juning emas] sedangkan nan seorang tiada. Dia tetap memakai baju anak dari namun tanpa suntiang dan jilbab penutup kepala. Rambutnya tergerai sampai ke punggung, cantik.

Anak gadih jolong gadang, remaja, atau ABG kata orang. Namun ada julukan nan lebih pantas untuk gadis nan seorang ini yakni ABABIL alias Remaja Labil. Remaja yang masih dalam tahap perkembangan, suka meniru, suka berbuat sesukanya, dan kehilangan sensitifitas mereka terhadap lingkungan.

Kami akui si gadis cantik, tubuhnya ramping, tinggi…

Lihat pos aslinya 84 kata lagi

Monografi Nagari Kamang 1980_49

Perang Kamang 1908, tiada pernah disebut, tiada pernah dibicarakan, kalah akan gema Manggopoh. Sering orang silap mengira Kamang, tiada tahu mereka nan mana Kamang itu sebenarnya..

kamang darussalam

L.C Westenenk Foto diambil ketika menjabat sebagai Residen Bengkulu pada, sekitar tahun 1919. Sumber Gambar: KITLV.NL L.C Westenenk
Foto diambil ketika menjabat sebagai Residen Bengkulu pada sekitar tahun 1919.
Sumber Gambar: KITLV.NL

Peristiwa Penting yang Pernah Terjadi di Nagari Kamang

Perang Kamang 1908

Perang Kamang 1908 adalah kelanjutan semangat Perang Paderi yang menjadi suatu kenyataan, bahwa penduduk Kamang tidak tinggal diam dalam usaha menentang penjajahan Belanda dengan mempergunakan alasan menolak kebijaksanaan Belanda untuk melaksanakan BELASTING.[1]

Seperti diketahui dengan VOC nya Belanda telah menduduki Pantai Barat Sumatera pada kira-kira tahun 1638. VOC memperkuat perjanjian lisan dan tulisan pada tahun 1641 dengan Kepala Adat, dimana Kepala VOC diberikan kesempatan memonopoli dagang, dan dil autan Belanda membantu Kepala Adat melawan Perang Aceh yang pada sebelumnya telah menduduki Pantai Barat Pulau Sumatera.

Adalah sudah menjadi tabi’at bagi Kaum Kapitalis yang tidak pernah puas. Belanda tidak puas hanya menguasai Pesisir Barat saja melainkan juga hendak menguasai Darek. Hal ini karena sebagian besar komoditi pasar – seperti hasil panen, rempah-rempah, bahkan…

Lihat pos aslinya 1.748 kata lagi

Perpustakaan Bung Hatta

Perpustakaan Proklamator Bung Hatta terletak di Bukit Gulai Bancah di dalam Komp Bangunan Balai Kota Bukit Tinggi

Catatan St.Nagari

Perpustakaan Bung Hatta terletak di Bukit Gulai Bancah yang berhadap-hadapan letaknya dengan bangunan Balai Kota Bukit Tinggi. Bangunan gedung perpustakaan ini berlantai tiga dilengkapi dengan lift dan tangga berjalan yang menghubungkan lantai satu dengan lantai dua. Adapun pada bagian dalam terdapat satu buah lift yang menghubungkan lantai satu dengan lantai dasar. Pemandangan dari atas bangunan perpustakaan ini sangatlah elok, apakah itu pemandangan arah ke Balai Kota ataupun pemandangan ke arah Bukit Barisan.

Halaman perpustakaan ini sangat luas, terdapat jalan dua jalur yang menghubungkannya dengan bangunan Balai Kota. Dujung jalan terdapat sebuah tugu berbentuk kerucut yang dihiasi oleh air mancur, hingga kini kami masih belum mengetahui apa gerangan makna dari tugu ini. Tamannya juga luas, sebagian besar dilapisi dengan rumput yang dapat dijadikan tempat berleha-leha dan bermain-main. Pada saat kami ke sini ketika itu, beberapa orang kanak-kanak sedang asyik bermain. Mungkin mereka adalah anak dari para pegawai yang bekerja di perpustakaan ataupun…

Lihat pos aslinya 205 kata lagi

Tarkicuh di Nan Terang

No comment..

Catatan St.Nagari

Picture: Here

“Dia memang serupa itu, kalau bersenam mereka harus memakai pakain yang terbuka terutama pada bagian perutnya. Sebab yang akan dinilai nantinya ialah perut mereka itu. Ada tidak hasilnya dari senam aerobik mereka selama ini..” bela seorang kawan “Namun kenapa diadakan terbuka untuk umum? itu masalahnya” lanjutnya lagi.

“Setahu saya tidak demikian pula rangkayo.” jawab seorang kawan “Saya pernah melihat induak-induak berlatih aerobik, mereka tak memakai kutang dan sarawa kotok[1] serupa yang dipakai bule ke pantai itu. Melainkan mereka memakai pakaian full pressed body. Memang sama, telanjang juga tapi setidaknya masih ditutupi. Walau imajinasi kami kaum lelaki ini mulai liar, hehe” lanjut kawan kami itu.

Memang kejadian hari Senin nan silam menggemparkan bandar kecil kami ini, terdengar kabar bahwa Nyiak Wali marah besar setelah melihat videonya di yuoutube. Setelah dicari oleh kawan-kawan pada hari Selasa, video itu telah dihapus. Namun tak urung, foto-foto serta video lain beredar dengan cepat…

Lihat pos aslinya 341 kata lagi

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.314 pengikut lainnya